Rabu, 21 September 2011

Ku Tak Akan Berhenti Di Sini

Ku Tak Akan Berhenti Di Sini
Sebuah petualangan dalam semangat yang tak pernah habis di “Mount Everest”

     Sekelompok tim bernama “Bat Team” menuju puncak Everest. Dari kaki gunung Everest Bat Team melakukan do’a menurut kepercayaan masing-masing. Tepat pukul 02.00 Bat Team mulai menaiki gunung Everest. Wayan, Gani, Aziz, Eri, Aditya, Boss, Rafiadli, Rafi, Akbar, Faiz, dan Walid. Sekelompok Bat Team menggunakan sweathers, topi, jaket, kacamata, lampu, Tenda, dsb.
     “Gimana semua sudah siap untuk mendaki?” Tanya Gani kepada Bat Team. “Sudaahhh.” Jawab Bat Team. “Ok ayo kita berangkat.” Ujar Gani. “Dan jangan ada yang berpencar ya.” Sambut Wayan sebagai ketua Bat Team. Bat Team pun mandaki gunung everest dengan semangat, dan jalan pelan-pelan serta sambil bercanda dan mengobrol.
     Di perjalanan ada hambatan yang harus dilalui oleh kami. “Gan, gimana nih pohonnya lebat banget kita jadi gak bisa lewat.” ujar Wayan sambil menunjuk pohon itu. “Oke, semua sekarang kita lewat pelan-pelan dan gunakan golok kalian masing-masing.” sambut Gani. “Tapi Gan, ini kan pohonnya sangat lebat. Kita baru aja 30 menit 4 km.” Kata Aziz. “Yaudah kita tebang pohon ini sedikit demi sedikit aja.” Sambut Gani. “Gw setuju dengan pendapatlu Gan.” Ujar Akbar. Pohon tersebut kemudian di tebang sedikit demi sedikit. Dan setelah 2 jam sudah selesai untuk menebang pohon tersebut. “Akhirnya kia selesai juga yahhh..” kata Aditya. ”Wal, tolong ambilin 11 aqua gelas di tas gw.” Kata Aditya. “OK Dit.” Sambut Walid. “Bagi-bagi minumnya, ayo kita istirahat dulu 15 menit aja.” Kata Eri. Perjalanan pun dilanjutkan dengan semangat. “Ayo semangat Bat Team!!!Kita gak boleh menyerah.”ujar Rafiadli. “SETUUJUUU...” ujar semua.
     Perjalanan menuju pegunungan Everest pun dilanjutkan. “Semua berpegangan tangan jangan ada yang lepas!!!” perintah Aziz. “Ok siiipppp” kata Faiz. Mereka ngobrol di perjalanan. Lalu Sudah jam 06.00 dengan jarak 10 km. Tenda pun didirikan oleh Bat Team. “huhhh capeknya....” kata Eri. Kita semua tidur selama 3 jam dan kemudian makan. “Gw bawa Ayam mentah nih, ayo kita bakar dulu.” Kata Rafi. “yaudah kita siapin panggangannya.” Kata Gani. “Gan, nih panggangannya.” Ujar Boss. “Minyaknya gw siramin aja dulu.” Kata Rafiadli. “Eh, Fi pelan-pelan ntar luber.” Kata Faiz. “Udah selon aja Iz ama gw mah..” sambut Rafiadli. “Ayo gw bakar dulu.” Kata Aziz. “Ok!!!” sambut Aditya.
     Mereka pun mulai menikmati ayam bakarnya. “Nih kecapnya.” Kata Faiz. “Gw dulu Iz.” Sambut Wayan. “Ganti-gantian woy jangan berebut!!!” kata Eri. “Eh Ziz lu bawa antimonya gak?pala gw agak pusing.” Kata Walid. “Lu pusing Lid..?” kata Eri. “Lu kalo pusing istirahat aja dulu.” Sambut Akbar. “Iya gw pusing tp gw makan dulu.” Kata Walid sambil memegang kepalanya. “lu Istirahat aja dulu.” Kata Gani. “Nih obatnya.”Kata Aziz. “eerrgg Alhamdulillah dah abis makanannya.” Kata Aditya. “Woy gw Bagi minum dong, haus nih.” Kata Boss. “Nih Boss minumnya.” Kata Aziz sambil memberi aqua gelas untuk Boss. “Dah ayo sekarang kita cuci dulu piringnya.” Ujar Gani. “Ayo Gan!!!.” Kata Rafiadi. Tidak Terasa sudah 1 Jam mereka makan dan Walid tidur. “Lid, bangun ayo berangkat lagi.” Kara Eri sambil membangunkan Walid.
     Mereka pun membereskan bawaan mereka dan langsung merapikan tendanya. “Ayo woy lipet tendanya.” Ujar Gani dan Aziz. “Ok!!! kita lipet dulu bagian sampingya.” Kata Rafi. “Ayo dah gak ada yang ketingalan kan.” Kata Wayan. “Ayo semua kita Jalan lagi.” Ujar Gani. “siiipp Gan.” Sambut Aditya. Meraka pun meneruskan perjalanannya. “uuuyyy, dingin banget nih ampe menggigil gw.” Kata Boss. Dalam perjalanan Aditya, Gani, dan Rafiadli main lawakan. “Eh gw punya pantun.” Kata Aditya. “Apa Dit pantunnya?” Kata Rafi. “Pasti kocak nih..” Kata Gani. “Ada badut dipinggir jalan. Ada yang tau artinya gak?” Kata Aditya. “Apa dit artinya?” Kata Gani. “Badan gendut ternyata buronan.” Kata lawakannya Aditya. “wakakakakakakakakakakkakakakakak.” Ketawanya anak-anak Bat Team. Sampai 3 jam diperjalanan tiba-tiba ada hambatan ke 2. “Gimana nih kita harus melewati sungai kecil di sini.” Kata Wayan. “Kita berenang aja.” Kata Gani. “jangan berenang mendingan kita bikin perahu kecil aja gimana setuju gak..??” Kata Eri. “wah gw kan bawa perahu balon sama pompanya.” Kata Walid. “Nahh ayo kita pompa sekarang.” Ujar Gani. “AYO.” Serentak Bat Team.
     Bat Team pun mampu manyebrangi sungai kecil itu dan melanjutkan perjalanan. Gak terasa kita hampir mendekati salju abadi di pinggir batu besar. “Kita sudah 2 jam 16 menit dengan jarak 30 km.” Kata Faiz. “Ok sekarang kita mendekati batu besar itu.” Kata Aditya. “Waduhhh..” kata Gani. “Kenapa lu, Gan?” Ujar Akbar. “Gini, Bar gw ngerasa ada bau bangkai dah.” Ujar Gani. “Bangkainya lu Gan.” Kata Walid. “Beneran Lid, lu ngerasa gak?” Ujar Gani. “Wah iya gw ngerasa nih Gan.” Sambut Wayan. “Ayo, kita cari bangkainya sekarang.” Kata Aziz. Bat Team pun mencari bangkai di dalam hutan ke 2. “Mana Gan bangkainya gak ketemu.” Ujar Akbar. “Coba disana Bar.” Kata Boss. “Wah Boss bener gw nemuin bangkainya.” Ujar Eri. “Di mana Bangkainya Ri?” ujar Bat Team. Ternyata yang di temukan bangkainya adalah 3 ekor bulung elang mati dengan keadaan tergantung. “Dari mana nih 3 elang mati dan di gantung?” ujar Rafiadli. “Wah lumayan nih kita  makan aja yuk” sambut Faiz. “Faiz binatang kaya gini tuh haram masa mau dimakan sih” ujar eri. “Udah kita jalan  lagi, kita dah hampir ½ puncak.” Kata Aditya.
Perjalanan pun dilanjutkan dengan semangat. Tapi kemudian “Bat Team” menemukan tempat yang sangat luas untuk bermain ski. “Wah, tempat ini sepertinya cocok buat main ski nih.” Kata Walid. “Let’s gooooo.” Serentak “Bat Team”. Mereka pun bermain ski air dengan riang dan gembira. “Wihhaa...” Teriak anak “Bat Teams”. “Tapi kok si Boss sama Faiz malah bikin boneka salju sih??” Heran Gani. “Udah, Gan biarin aja tuh ber2 maen boneka salju.” Ujar Rafiadli. Gak terasa sudah 3 jam bermain ski. Akhirnya mereka pus istirahat bersama selama 1 hari. Perjalanan dilanjukan dengan semangat yang berkibar. Setelah 12 jam perjalanan akhirnya “Bat Teams” sampai di puncak tertinggi Mount Everest. Anak-anak “Bat Teams” merasa terharu karena sudah bisa sampai disana, dan berteriak “Bat Teams adalah yang terbaik yang pernah ada kami telah sampai di puncak ini”. “Bat Teams pun berfoto-foto dan memberi tanda tangan di lambang “Bat Teams”. Akhirnya bendera ini pun ditancapkan bersama-sama.



Bagi para pembaca novel ini saya memohon agar kalian bisa mengirimkan kritik dan saran kepada saya agar saya bisa memperbaikinya dengan baik. :D :D :D

Fadjrie Aditya Rasuna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar